Jokowi Mrt Tak Kurangi Ruang Terbuka Hijau

Ketika Presiden Joko Widodo (atau yang lebih akrab disapa Jokowi) mengumumkan rencana pembangunan transportasi Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, banyak harapan muncul. Diharapkan bahwa proyek ini akan membawa perubahan positif bagi kota ibukota yang kepadatan penduduknya semakin tinggi. Namun, beberapa pihak mulai mempertanyakan dampak dari pembangunan MRT ini terhadap ruang terbuka hijau di Jakarta.

Mengapa Ruang Terbuka Hijau Penting?

Sebelum kita masuk ke dalam perdebatan mengenai apakah pembangunan MRT berdampak negatif pada ruang terbuka hijau, ada baiknya kita memahami mengapa ruang terbuka hijau itu penting.

1. Penyerapan Karbon dan Pengendalian Iklim

Ruang terbuka hijau memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dan mengurangi polusi udara. Tumbuhan yang tumbuh di area hijau ini dapat menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen, membantu menjaga kualitas udara yang lebih baik untuk penduduk kota.

2. Peningkatan Kesehatan Mental dan Fisik

Ruang terbuka hijau juga memiliki manfaat positif bagi kesehatan mental dan fisik manusia. Aktivitas di alam terbuka, seperti berjalan-jalan, berlari, atau sekadar duduk santai di taman, telah terbukti dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan suasana hati.

3. Konservasi Biodiversitas

Jakarta menjadi rumah bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan yang unik dan langka. Ruang terbuka hijau berperan penting dalam menjaga keberagaman hayati di dalam kota. Dengan adanya lahan hijau yang cukup luas, spesies-spesies ini dapat bertahan hidup dan berkembang biak.

Dampak Pembangunan MRT pada Ruang Terbuka Hijau

Meskipun rencana pembangunan MRT sangat diapresiasi oleh banyak pihak, ada keprihatinan yang muncul terkait dengan dampaknya pada ruang terbuka hijau. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

1. Pengurangan Lahan Hijau

Konstruksi infrastruktur MRT membutuhkan lahan besar untuk jalur serta stasiun-stasiunnya. Hal ini menyebabkan sejumlah ruang terbuka hijau harus dikorbankan untuk proyek ini. Pengurangan lahan hijau ini secara langsung akan mengubah pemandangan kota dan mengancam keberadaan flora serta fauna yang hidup di area tersebut.

2. Kepadatan Penduduk dan Mengurangi Luas Ruang Terbuka Hijau

Selain itu, pembangunan MRT cenderung meningkatkan kepadatan penduduk di sekitar stasiun-stasiunnya. Hal ini dapat mengakibatkan pengurangan luas ruang terbuka hijau, terutama jika pemerintah tidak menetapkan kebijakan yang kuat untuk melindungi lahan hijau di sekitar jalur MRT.

3. Kehidupan Ekosistem Terancam

Pembangunan MRT juga berpotensi mengganggu ekosistem yang ada di sekitar jalurnya. Konstruksi dapat merusak lingkungan alami dan mempengaruhi hewan serta tanaman yang tinggal di area tersebut. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat mengancam kelangsungan hidup spesies-spesies yang sudah berasosiasi dengan lingkungan tersebut selama bertahun-tahun.

Solusi dan Harapan ke Depan

Meskipun ada keprihatinan tentang dampak negatif pembangunan MRT pada ruang terbuka hijau, masih ada harapan untuk menemukan solusi sehingga dua aspek ini bisa berdampingan dalam perkembangan kota Jakarta.

1. Reklamasi Lahan Hijau

Salah satu solusi adalah dengan melakukan reklamasi lahan hijau setelah konstruksi MRT selesai. Pemerintah dapat mengalokasikan lahan baru yang sebanding dengan atau bahkan lebih luas dari yang telah dikorbankan untuk jalur dan stasiun MRT. Lahan-lahan ini harus diubah menjadi ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

2. Perlindungan Terhadap Ruang Terbuka Hijau

Selain itu, penting bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan dan aturan yang kuat dalam melindungi ruang terbuka hijau di Jakarta. Peraturan ini harus mencakup larangan pengembangan bangunan atau infrastruktur lainnya di atas lahan hijau yang tersisa serta perlindungan terhadap flora dan fauna yang hidup di area tersebut.

3. Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan

Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama dalam pembangunan MRT maupun pengembangan kota lainnya. Proyek-proyek pembangunan harus memperhitungkan dampak mereka pada lingkungan serta upaya untuk mengurangi kerugian ekologis sebanyak mungkin.

Dalam kesimpulan, pembangunan MRT memiliki potensi untuk memberikan manfaat besar bagi transportasi di Jakarta, tetapi hal ini harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab agar tidak mengorbankan ruang terbuka hijau dan keberlanjutan lingkungan kota. Perlunya penyeimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian ruang terbuka hijau harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan kota ke depannya.

Categorized in:

Featured,

Last Update: December 31, 2023